Prodi ITP Universitas Mataram Melaksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ke Penjual Sate Pusut di Wilayah Rembiga Kota Mataram, Lombok

Oleh: Yesica Marcelina Romauli Sinaga, S.T.P., M.Si (Dosen Prodi ITP FATEPA UNRAM)

Diseminasi keilmuan dari universitas ke masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu bagian dari dari Tri Darma perguruan tinggi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, pergurunan tinggi diharapkan mampu menerapkan hasil-hasil riset atau keilmuan ke masyarakat secara langsung.

Universitas Mataram merupakan universitas negeri yang berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Nama Lombok saat ini mulai diperhitungkan sebagai destinasi favorit wisatawan baik lokal maupun internasional. Lombok juga cukup mampu bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya, seperti Bali dan Labuan Bajo dalam menarik minat wisatawan. Terlebih dibangunnya sirkuit Mandalika yang kerap digunakan untuk pelaksanaan event skala internasional.

Berbicara tentang daerah tujuan wisata tentu tidak terlepas dari bahasan tentang kuliner khas daerah. Salah satu kuliner daerah khas Lombok adalah sate pusut. Sate pusut berbeda dengan produk sate pada umumnya, daging yang digunakan pada sate pusut tidak ditusuk pada lidi yang berujung runcing, melainkan dipipihkan mengelilingi batang tusuk sate. Daging yang digunakan sebagai bahan baku utama seperti daging sapi, daging ayam, atau daging ikan, dihaluskan terlebih dahulu kemudian dicampurkan dengan bahan lain seperti parutan kelapa, santan, dan bumbu lainnya. Campuran adonan daging ini dipipihkan mengitari tusukan sate sehingga bisa menempel. Jenis tusuk sate yang digunakan pada pembuatan sate pusut terbuat dari bambu yang bentuknya pipih memanjang dan agak lebar. Bentuk ini memudahkan daging untuk menempel pada tusuk sate tersebut.

Rembiga adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Lombok. Daerah ini terkenal sebagai sentra kuliner khas Lombok, seperti sate pusut. Dahulu kala, sate pusut hanya dapat dijumpai pada acara-acara adat dan keagamaan di Pulau Lombok. Namun kini, panganan ini sudah dapat ditemui di berbagai rumah makan maupun di pedagang-pedagang yang ada di pasar. Produk sate pusut ini berpotensi sebagai oleh-oleh khas daerah Lombok. Akan tetapi, masa simpannya yang singkat membuat produk ini sulit untuk dijadikan buah tangan. Kandungan protein dan kadar air yang tinggi mengakibatkan produk mudah mengalami kerusakan mikrobiologis.

Mengatasi hal ini, Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Universitas Mataram yang bernaung di Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (FATEPA) melalui kelompok pengabdian yang berasal dari tim riset bidang Keamanan dan Mikrobiologi Pangan melangsungkan kegiatan pengabdian masyarakat di UKM Sate Napisah yang menjual sate pusut yang berlokasi di wilayah Rembiga. Kegiatan ini dilaksanakan pada semester ganjil 2023/2024 dan dihadiri oleh sejumlah karyawan dari UKM Sate Napisah. Tim pengabdian dari ITP Unram terdiri dari dosen dan mahasiswa. Materi yang diberikan pada pelaksanaan pengabdian antara lain, pentingnya sanitasi dalam proses produksi pangan, bagaimana cara proses produksi sate pusut yang aman dan terstandar, pentingnya sterilisasi tusuk sate menggunakan oven sebelum digunakan, dan terakhir diberikan materi tentang peluang peningkatan masa simpan serta pemasaran dengan menggunakan kemasan yang baik. Penyampaian materi dilakukan oleh dosen Prodi ITP Universitas Mataram, Tri Isti Rahayu, S.TP., M.Si. selaku ketua tim pengabdian, Baiq Rien Handayani SP., M.Si., Ph.D. selaku anggota tim sekaligus Dekan FATEPA Universitas Mataram, dan Prof. Ir. Sri Widyastuti, M.App.Sc., Ph.D. selaku anggota tim pengabdian sekaligus Ketua Tim Riset bidang Keamanan dan Mikrobiologi Pangan.

Sosialisasi dan penyampaian materi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan komitmen dari peserta pengabdian yang merupakan pengolah yang terlibat langsung dalam produksi sate pusut untuk menerapkan praktik sanitasi yang baik selama produksi. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan produk sate dengan mutu mikrobiologis yang lebih baik sehingga dapat memperpanjang masa simpan produk yang dihasilkan. Selain itu, praktik sterilisasi tusuk sate menggunakan oven sebelum digunakan juga diharapkan dapat mengurangi jumlah mikroba awal pada tusuk sate sehingga mengurangi potensi kontaminasi pada produk akhir sate.

Kegiatan pengabdian disambut antusias oleh peserta yang hadir, terlihat melalui keaktifan peserta dalam menanggapi setiap pertanyaan yang disampaikan selama proses pemberian materi. Setelah pemberian materi serta sesi diskusi tanya jawab, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian alat seperti celemek dan timbangan digital oleh tim pengadbian yang diwakili oleh Ir. Nazaruddin, MP. kepada perwakilan UKM Sate Napisah. Sebagai penutup kegiatan dilakukan foto bersama seluruh peserta pengabdian dan tim pengabdian dari ITP Unram.

id_IDIndonesian