Meningkatkan Talenta Muda Menyongsong Era Bonus Demografi 2030: Implementasi Prinsip “Apabila Telah Selesai Satu Urusan, Kerjakanlah Urusan Lain”

Oleh: A. Rusdiana

Indonesia sedang bersiap menyongsong era bonus demografi yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tahun 2030. Era ini ditandai dengan proporsi penduduk usia produktif yang tinggi, memberikan potensi besar bagi peningkatan produktivitas dan kemajuan ekonomi. Sementara fenomena yang berkembang masih banyak diantara mahasiswa yang enggan menyelesaikan tugas perkulihannya dengan tepat waktu alias molor. Dari empat kelas yang saya ajar semester ini tidak kurang dari 100 Mahasiswa, tidak ada satu orangpun yang tepat sesuai dengan templet dan deline yang telag ditentukan. Padahal, untuk  memanfaatkan peluang ini, peningkatan talenta muda menjadi sangat penting. Salah satu panduan yang relevan dalam konteks ini adalah prinsip yang diambil dari ayat ketujuh QS. Al-Insyirah, “Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).” Prinsip ini menekankan pentingnya sikap proaktif dan tidak terjebak dalam kegagalan masa lalu. Artikel ini akan membahas bagaimana prinsip ini dapat diimplementasikan dalam meningkatkan talenta muda Indonesia. Mari kita breakdown satu persatu:

Pertama: Meningkatkan Produktivitas melalui Sikap Proaktif; Prinsip “Apabila Telah Selesai Satu Urusan, Kerjakanlah Urusan Lain” mengajarkan pentingnya tidak berpuas diri dengan satu pencapaian. Talenta muda harus terus bergerak dan beradaptasi dengan tugas-tugas baru setelah menyelesaikan tugas sebelumnya. Sikap proaktif ini sangat penting dalam dunia kerja yang dinamis. Dengan terus mencari tantangan baru, talenta muda akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi lebih besar terhadap perusahaan dan masyarakat.

Kedua: Membangun Ketangguhan Menghadapi Kegagalan; Dalam perjalanan karier, kegagalan adalah hal yang tak terhindarkan. Namun, yang membedakan individu sukses adalah kemampuan mereka untuk bangkit kembali dan melanjutkan pekerjaan dengan semangat baru. Prinsip ini mengajarkan talenta muda untuk tidak larut dalam kegagalan. Setelah menyelesaikan satu urusan, baik sukses maupun gagal, mereka harus segera beralih ke tugas berikutnya. Ketangguhan ini penting untuk membangun mentalitas yang kuat dan adaptif, yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan di era bonus demografi.

Ketiga: Mengembangkan Multi-Skill dan Adaptabilitas; Era bonus demografi menuntut talenta muda untuk memiliki berbagai keterampilan (multi-skill) dan kemampuan beradaptasi dengan cepat. Prinsip ini mendorong talenta muda untuk tidak hanya fokus pada satu bidang saja, tetapi juga mengembangkan keterampilan di berbagai bidang. Setelah menyelesaikan satu urusan, segera mencari urusan lain yang dapat menambah keterampilan baru. Hal ini akan membuat mereka lebih fleksibel dan mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Prinsip “Apabila Telah Selesai Satu Urusan, Kerjakanlah Urusan Lain” yang diambil dari QS. Al-Insyirah ayat ketujuh memberikan panduan yang sangat relevan bagi talenta muda Indonesia dalam menyongsong era bonus demografi 2030. Dengan menerapkan sikap proaktif, membangun ketangguhan menghadapi kegagalan, dan mengembangkan multi-skill serta adaptabilitas, talenta muda dapat memaksimalkan potensi mereka dan berkontribusi pada kemajuan ekonomi Indonesia. Era bonus demografi adalah peluang emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan peningkatan talenta muda adalah kunci untuk meraih keberhasilan tersebut. Wallahu A’lam.

Profil Penulis:

Ahmad Rusdiana, Penulis Buku Manajemen Sistem Informasi pendidikan, Manajemen Human Capital Pendidikan; pada Semester Genap tahun akademik 2023/2024, mengasuh mata kuliah Kewirausahaan PendidikanManajemen Pendidikan Internasional, Manajemen Perusahaan Internasional dan Evaluasi Pengwasan Program Pendidikan pada Pascasajana dan FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Salah seorang Guru besar Bidang Manaj Pendidikan UIN Bandung Dewan pakar PERMAPENDIS Provinsi Jawa Barat Periode 2023-2007. Pemerhati Pendidikan, Pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti, Penulis buku: Manajemen Pengembangan Kurikulum, Kebijakan Pendidikan; Pendidikan Profesi Keguruaan, Manajemen Penilaian Autententik; Manajemen Pelatihan; Inovasi Pendidikan, Manajemen, Manajemen Pendidikan Karakter, Manajemen Pendidikan nilai, Manajemen pendidikan Multikultural; Inovasi Pendidikan, Kepenpemim-pinan Pendidikan; Manjemen Perencanaan Pendidikan; Pengelolaan Pendidikan, Kewirausahaan Teori dan Praktek; Manajemen Evaluasi Program Pendidikan; Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik, Peneliti, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al Mishbah Cipadung Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK TPA Paket A B C. Pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan. Panawangan Kabupaten. Ciamis Jawa Barat. Karya Lengkap sd. Tahun 2022 dapat di akses melalui: (1) http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators. (2) https://www.google.com/ search? q=buku+a. rusdiana+shopee&source (3) https://play. google.com/ store/ books/author?id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian