Meningkatkan Produktivitas Talenta Muda Melalui Sikap Proaktif Menyongsong Era Bonus Demografi 2030

Oleh A. Rusdiana

Era bonus demografi 2030 merupakan peluang emas bagi Indonesia untuk memanfaatkan lonjakan populasi usia produktif. Potensi ini hanya dapat dioptimalkan dengan mempersiapkan talenta muda yang disiplin dan proaktif. Prinsip “Apabila Telah Selesai Satu Urusan, Kerjakanlah Urusan Lain” mengajarkan pentingnya tidak berpuas diri dengan satu pencapaian, namun terus bergerak dan beradaptasi dengan tugas-tugas baru. Sikap proaktif ini sangat krusial dalam dunia kerja, maupun dunia pendidikan yang dinamis. Artikel ini akan mengelaborasi bagaimana talenta muda dapat meningkatkan produktivitas melalui sikap proaktif, yang terdiri dari tiga konten operasional utama: pengembangan keterampilan berkelanjutan, manajemen waktu yang efektif, dan inisiatif serta inovasi. Mari Kita breakdown satu persatu:

Pertama: Pengembangan Keterampilan Berkelanjutan; Talenta muda harus selalu berusaha untuk mengembangkan keterampilan baru. Dalam lingkungan kerja yang cepat berubah, keterampilan yang relevan hari ini mungkin tidak lagi relevan di masa depan. Dengan mengadopsi prinsip “Apabila Telah Selesai Satu Urusan, Kerjakanlah Urusan Lain”, talenta muda dapat terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka. Ini termasuk mengikuti pelatihan, workshop, seminar, atau kursus online yang sesuai dengan bidang mereka. Selain itu, keterampilan soft skill seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah juga harus terus diasah. Dengan demikian, peserta didik/mahasiwa tidak hanya meningkatkan produktivitas mereka sendiri tetapi juga memberikan kontribusi yang lebih besar kepada Lembaga/organisasi/perusahaan dan masyarakat.

Kedua: Manajemen Waktu yang Efektif; Manajemen waktu adalah kunci produktivitas. Dengan menyelesaikan satu urusan sebelum beralih ke urusan lain, talenta muda dapat menghindari multitasking yang seringkali mengurangi efektivitas kerja. Prioritaskan tugas berdasarkan urgensi dan kepentingan, serta alokasikan waktu secara bijaksana untuk setiap tugas. Misalnya, teknik seperti metode Pomodoro atau Eisenhower Box bisa digunakan untuk meningkatkan efisiensi kerja. Selain itu, penggunaan alat bantu manajemen waktu seperti kalender digital atau aplikasi to-do list dapat membantu dalam mengatur jadwal dan mengingatkan tenggat waktu. Dengan manajemen waktu yang baik, talenta muda/mahasiswa akan mampu menyelesaikan lebih banyak tugas dalam waktu yang lebih singkat, sehingga meningkatkan produktivitas mereka.

Ketiga: Inisiatif dan Inovasi; Sikap proaktif peserta didik/mahasiswa juga berarti memiliki inisiatif dan mampu berinovasi. Talenta muda yang proaktif tidak menunggu instruksi tetapi mencari cara-cara baru untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Mereka harus berani mengajukan ide-ide baru dan tidak takut mengambil risiko yang terukur. Ini dapat melibatkan pencarian solusi kreatif untuk masalah yang ada, memperbaiki proses kerja, atau bahkan mengembangkan produk atau layanan baru. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi lebih produktif tetapi juga mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi organisasi tempat mereka bekerja. Inovasi juga mendorong pertumbuhan pribadi dan profesional, membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Singkatnya Peserta Didik/Mahasiswa dalam menghadapi era bonus demografi 2030, penting untuk mengadopsi sikap proaktif dalam setiap aspek kehidupan. Dengan menerapkan prinsip “Apabila Telah Selesai Satu Urusan, Kerjakanlah Urusan Lain”, talenta muda/peserta didik dapat terus mengembangkan keterampilan, mengelola waktu dengan efektif, dan menunjukkan inisiatif serta inovasi dalam pekerjaan mereka. Sikap proaktif ini tidak hanya meningkatkan produktivitas individu tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial Indonesia. Dengan demikian, talenta muda akan lebih siap untuk menghadapi dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh bonus demografi ini, sehingga menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi diri mereka sendiri dan bangsa. Wallahu A’lam Bishowab.
Teaser: Sikap proaktif ini tidak hanya meningkatkan produktivitas individu tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial Indonesia.

Profil Penulis:
Ahmad Rusdiana, Penulis Buku Manajemen Sistem Informasi pendidikan, Manajemen Human Capital Pendidikan; pada Semester Genap tahun akademik 2023/2024, mengasuh mata kuliah Kewirausahaan Pendidikan Manajemen Pendidikan Internasional, Manajemen Perusahaan Internasional dan Evaluasi Pengwasan Program Pendidikan pada Pascasajana dan FTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Salah seorang Guru besar Bidang Manaj Pendidikan UIN Bandung Dewan pakar PERMAPENDIS Provinsi Jawa Barat Periode 2023-2007. Pemerhati Pendidikan, Pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti, Penulis buku: Manajemen Pengembangan Kurikulum, Kebijakan Pendidikan; Pendidikan Profesi Keguruaan, Manajemen Penilaian Autententik; Manajemen Pelatihan; Inovasi Pendidikan, Manajemen, Manajemen Pendidikan Karakter, Manajemen Pendidikan nilai, Manajemen pendidikan Multikultural; Inovasi Pendidikan, Kepenpemim-pinan Pendidikan; Manjemen Perencanaan Pendidikan; Pengelolaan Pendidikan, Kewirausahaan Teori dan Praktek; Manajemen Evaluasi Program Pendidikan; Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pendidik, Peneliti, dan Pengabdi; Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al Mishbah Cipadung Bandung yang mengembangkan pendidikan Diniah, RA, MI, dan MTs, sejak tahun 1984, serta garapan khusus Bina Desa, melalui Yayasan Pengembangan Swadaya Masyarakat Tresna Bhakti, yang didirikannya sejak tahun 1994 dan sekaligus sebagai Pendiri Yayasan, kegiatannya pembinaan dan pengembangan asrama mahasiswa pada setiap tahunnya tidak kurang dari 70 mahasiswa di Asrama Tresna Bhakti Cibiru Bandung. Membina dan mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) TK TPA Paket A B C. Pegiat Rumah Baca Tresna Bhakti sejak tahun 2007 di Desa Cinyasag Kecamatan. Panawangan Kabupaten. Ciamis Jawa Barat. Karya Lengkap sd. Tahun 2022 dapat di akses melalui: (1) http://digilib.uinsgd.ac.id/view/creators. (2) https://www.google.com/ search? q=buku+a. rusdiana+shopee&source (3) https://play. google.com/ store/ books/author?id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian