Hukum Bekerja di Perusahaan Terkait Israel Jadi Fokus Bahtsul Masail Konferensi Cabang PCNU Kota Bandung

Fakultas Syariah dan Hukum FSH UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Pondok Pesantren Mahasiswa Universal, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung menyelenggarakan Bahtsul Masail Waqi’iyah Konferensi Cabang XIX di Aula FSH, Minggu (3/12/2023).

Dekan FSH, Prof. Dr. Fauzan Ali Rasyid MSi yang diwakili oleh Dr. Ateng Ruhendi, MPd menyampaikan Bahtsul Masail ini dalam rangka menyelenggarakan Konferensi Cabang XIX Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung tahun 2023 yang akan dilaksanakan pada tanggal 25-26 Jumadil Awal 1445 H yang bertepatan dengan 9-10 Desember 2023.

Fatwa ini merekomendasikan umat Islam semaksimal mungkin menghindari penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel. Seiring dengan himbauan boikot tersebut beredar liar di internet daftar produk-produk yang dinilai berafiliasi ke Israel dan perlu diboikot walaupun sebagian dari produk-produk tersebut sudah bersertifikat halal LPPOM MUI.

Dampak dari himbauan boikot tersebut membuat resah semua yang terlibat dalam memproduksi produk-produk tersebut di berbagai bagian baik produser, pemasar, karyawan dan juga produser dan konsumen yang merasa bahwa produknya dibuat di Indonesia dan tidak ada kontribusi dukungan financial untuk Israel.

Dampak lain dari boikot produk tersebut juga mengancam nasib karyawan yang bekerja pada perusahaan perusahaan yang memproduksi produk-produk yang dihimbau untuk di boikot tersebut.

Pertanyaan : Bagaimana hukum bekerja di sektor produksi barang dan jasa yang disinyalir terafiliasi ke Israel ?
Jawaban : Ada dua kategori bagi mereka yang bekerja di sektor produksi barang dan jasa yang disinyalir terafiliasi ke Israel. Kategori pertama adalah jika mereka yang mengetahui dengan jelas perusahaan tempat kerjanya memiliki kontribusi terhadap Israel maka bekerja di perusahaan tersebut hukumnya haram, maka gaji yang diterima adalah haram.

Sedangkan mereka yang bekerja di perusahan produksi barang dan jasa yang disinyalir terafiliasi ke Israel tapi tidak mengetahui dengan jelas perusahan tempat kerjanya memiliki kontribusi terhadap Israel maka bekerja di perusahaan tersebut tersebut hukumnya mubah/ boleh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian